Carina Lammle adalah seorang remaja usia 16 tahun asal Jerman yang kini menjadi dosen termuda di Jerman. Setiap harinya Carina Lammle pergi ke kampus di Universitas Ilmu Sains Terapan di Biberach, Jerman. bukan untuk kuliah, tetapi untuk mengajar Bioteknologi.Di usianya yang baru 16 tahun, ia dianggap sebagai dosen termuda di Jerman, walaupun secara fisik ia terlihat lebih dewasa. Pada kenyataannya Lammle, masih bersekolah kelas 11 di sekolah tinggi Biberach Pestalozzi Gimnasium. Ini akan menjadi setengah tahun terakhir sebelum kelulusannya. Berkat kecerdasannya, ia diberikan kepercayaan mengajar oleh professor Profesor Chrystelle Mavoungou, salah satu professor di universitas tersebut.Lammle, yang berasal dari wilayah Upper Swabia, Jerman, dipastikan sebagai profesor termuda di Jerman. Dia sangat tertarik dalam biologi, fisika, dan kimia sejak di sekolah menengah. Namun kecerdasannya itu tidak membuatnya pasif dalam pergaulan dan hobinya. Ia juga ahli dalam olahraga senam, tenis, dan bermain piano.Ia bahkan sedang fokus mendalami spektrometer massa yang mana hanya sedikit orang yang memahami disiplin ilmu tersebut. Spektrometer massa adalah cara mengukur rasio massa untuk mengetahui seberapa besar jumlah massa untuk partikel bermuatan.
GooleTranslate
Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2011/12/cara-pasang-widget-google-translet-di.html#ixzz1rdzFzDPw
Selasa, 10 April 2012
Carina Lammle adalah seorang remaja usia 16 tahun asal Jerman yang kini menjadi dosen termuda di Jerman. Setiap harinya Carina Lammle pergi ke kampus di Universitas Ilmu Sains Terapan di Biberach, Jerman. bukan untuk kuliah, tetapi untuk mengajar Bioteknologi.Di usianya yang baru 16 tahun, ia dianggap sebagai dosen termuda di Jerman, walaupun secara fisik ia terlihat lebih dewasa. Pada kenyataannya Lammle, masih bersekolah kelas 11 di sekolah tinggi Biberach Pestalozzi Gimnasium. Ini akan menjadi setengah tahun terakhir sebelum kelulusannya. Berkat kecerdasannya, ia diberikan kepercayaan mengajar oleh professor Profesor Chrystelle Mavoungou, salah satu professor di universitas tersebut.Lammle, yang berasal dari wilayah Upper Swabia, Jerman, dipastikan sebagai profesor termuda di Jerman. Dia sangat tertarik dalam biologi, fisika, dan kimia sejak di sekolah menengah. Namun kecerdasannya itu tidak membuatnya pasif dalam pergaulan dan hobinya. Ia juga ahli dalam olahraga senam, tenis, dan bermain piano.Ia bahkan sedang fokus mendalami spektrometer massa yang mana hanya sedikit orang yang memahami disiplin ilmu tersebut. Spektrometer massa adalah cara mengukur rasio massa untuk mengetahui seberapa besar jumlah massa untuk partikel bermuatan.
Daftar Kenaikan Gaji Pegawai Negeri Sipil 2012
Pada 6 Februari lalu, Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono (SBY) telah meneken Peraturan Pemerintah (PP) soal
Perubahan Gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS), anggota Tentara Nasional
Indonesia (TNI), dan anggota Kepolisian Republik Indonesia. Dalam
PP bernomor 15, 16, dan 17 Tahun 2012 dikatakan kenaikan gaji baru PNS,
anggota TNI dan Polri berlaku sejak 1 Januari 2012. Pada penjelasan PP
itu disebutkan kenaikan gaji tersebut dilakukan pemerintah untuk
meningkatkan daya guna dan hasil guna, serta kesejahteraan PNS, anggota
TNI dan Polri.
Gaji tersebut di luar tunjangan keluarga yang besarnya untuk istri/suami 10% dari gaji pokok dan anak 2% dari gaji pokok, tunjangan pangan sebesar nilai beras per 10 kg/orang, tunjangan jabatan untuk pejabat struktural maupun fungsional, tunjangan umum untuk yang tidak memegang jabatan struktural maupun fungsional.
Berikut rincian daftar gaji baru PNS, TNI, dan Polri:Gaji tersebut di luar tunjangan keluarga yang besarnya untuk istri/suami 10% dari gaji pokok dan anak 2% dari gaji pokok, tunjangan pangan sebesar nilai beras per 10 kg/orang, tunjangan jabatan untuk pejabat struktural maupun fungsional, tunjangan umum untuk yang tidak memegang jabatan struktural maupun fungsional.
- PNS Golongan IIIa dengan masa kerja 0 tahun, gaji pokoknya Rp 2.046.100 (sebelumnya Rp 1.902.300) dan tertinggi IIId dengan masa kerja 32 tahun adalah Rp 3.742.300 (sebelumnya Rp 3.332.000)
- PNS Golongan IVa masa kerja 0 tahun adalah Rp 2.436.100 (sebelumnya Rp 2.245.000), sedang tertinggi untuk golongan IVe masa kerja 32 tahun adalah Rp 4.608.700 (sebelumnya Rp 4.100.000).
- Prajurit dua TNI atau bhayangkara Polri dengan masa kerja 0 tahun gaji pokoknya adalah Rp 1.325.000 (sebelumnya Rp 1.230.000)
- Prajurit TNI dengan pangkat kopral kepala atau prajurit Polri dengan pangkat ajun brigadir polisi dengan masa kerja 32 tahun menerima gaji pokok Rp 2.365.600 (sebelumnya Rp 2.134.600).
- Perwira pertama TNI dengan pangkat letnan dua atau inspektur polisi dua masa kerja 0 tahun menerima gaji pokok Rp 2.198.400 (sebelumnya Rp 2.032.100)
- Perwira pertama TNI dengan pangkat letnan dua atau inspektur polisi dua masa kerja 0 tahun menerima gaji pokok Rp 2.198.400 (sebelumnya Rp 2.032.100)
- Perwira TNI dengan pangkat kapten atau ajun komisaris polisi dengan masa kerja 32 tahun memperoleh gaji pokok Rp 3.803.100 (sebelumnya Rp 3.385.000)
- Perwira tinggi TNI dengan pangkat Brigjen, Laksamana Pertama atau Marsekal Pertama dan Polri dengan pangkat Brigjen dengan masa kerja 0 tahun menerima gaji pokok Rp 2.644.400
- Perwira tinggi TNI dengan pangkat Laksama, Jendral dan Marsekal atau dengan Polri dengan pangkat Jendral dengan masa kerja 32 tahun memperoleh gaji pokok Rp 4.717.500 (sebelumnya Rp 4.072.000).
Sumber: http://www.blogpopuler.com
Efek Buruk Minuman Bersoda Yang Perlu Anda Ketahui
Minuman bersoda seakan menjadi minuman favorit. Harganya
yang terjangkau serta rasanya yang segar dan bervariasi menjadikan jenis
minuman ini disukai berbagai kalangan, mulai anak-anak, remaja, dewasa bahkan
orang tua. Kebanyakan orang mengkonsumsi minuman
bersoda di tempat-tempat makanan fast food atau pada waktu berkumpul dengan
rekan, sahabat, atau sanak famili.Minuman ringan yang diciptakan di Amerika
Serikat pada tahun 1830, konsumsinya terus meningkat secara drastis dari tahun
ke tahun. Peningkatan ini tidak hanya berlaku di negara Paman Sam saja, tetapi
juga di negara-negara lain di seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia.
Minuman ini memang menyegarkan, tapi pernahkah Anda tahu bahwa minuman ini menimbulkan resiko buruk bagi tubuh? Di balik kesegaran dan enaknya minuman bersoda, tersimpan berbagai zat perusak kesehatan. Minuman bersoda mengandung zat pewarna buatan, karbonat, asam fosfat, pemanis, bahan pengawet, kafein, dan mengandung zat gula tinggi
Berikut ini beberapa pengaruh buruk akibat minuman bersoda :
Obesitas
Jika dikonsumsi secara berlebihan, minuman ini bukan tidak mungkin menjadi salah satu pemicu naiknya berat badan Anda. Sebuah penelitian mengungkapkan, konsumsi rutin minuman bersoda selama sebulan dapat menaikan berat badan sebanyak setengah kilogram.
Rawan Osteoporosis
Asam phosphoric dalam minuman bersoda pun berpotensi mengikis tulang. Pengikisan tulang tersebut membuat Anda jauh lebih cepat terkena osteoporosis.
Minuman ini memang menyegarkan, tapi pernahkah Anda tahu bahwa minuman ini menimbulkan resiko buruk bagi tubuh? Di balik kesegaran dan enaknya minuman bersoda, tersimpan berbagai zat perusak kesehatan. Minuman bersoda mengandung zat pewarna buatan, karbonat, asam fosfat, pemanis, bahan pengawet, kafein, dan mengandung zat gula tinggi
Berikut ini beberapa pengaruh buruk akibat minuman bersoda :
Obesitas
Jika dikonsumsi secara berlebihan, minuman ini bukan tidak mungkin menjadi salah satu pemicu naiknya berat badan Anda. Sebuah penelitian mengungkapkan, konsumsi rutin minuman bersoda selama sebulan dapat menaikan berat badan sebanyak setengah kilogram.
Rawan Osteoporosis
Asam phosphoric dalam minuman bersoda pun berpotensi mengikis tulang. Pengikisan tulang tersebut membuat Anda jauh lebih cepat terkena osteoporosis.
Metode Diskusi Terbimbing
Metode
Diskusi Terbimbing
a. Pengertian
Metode Diskusi Terbimbing
Di dalam pelaksanaan tugasnya
sehari-hari, tentu saja seorang guru selalu ingin agar ia berhasil dalam
mengajarkan semua ilmu pengetahuan, kecakapan dan keterampilan yang diajarkan
kepada siswa-siswanya sehingga dapat dimengerti, diingat dan direproduksi oleh siswa-siswanya.
Bukanlah pekerjaan yang mudah
untuk memperoleh hasil mengajar seperti yang dicita-citakan. Siswa-siswa
bukanlah sehelai kertas putih yang dapat ditulisi semau penulis atau seperti
botol kosong yang dapat diisi air sekehendak sipengisi. Karena mengajarkan
suatu bahan pelajaran dengan baik dibutuhkan dari guru suatu usaha
pengorganisasian yang matang dari semua komponen dari suatu situasi mengajar.
Komponen-komponen itu antara lain : tujuan, materi, metode, mengajar, alat
pelajaran dan evaluasi. Dalam segala kegiatan mengajar komponen metode
memainkan peranan yang penting. Tanpa metode mengajar yang tepat seluruh proses
dan hasil belajar akan sia-sia belaka.
Sebelum kita membahas pengertian
metode diskusi terbimbing, ada baiknya kita mengemukakan dahulu pengertian
metode mengajar itu sendiri.
Metode mengajar adalah alat yang dapat merupakan
bagian dari perangkat alat dan cara dalam pelaksanaan suatu strategi belajar
mengajar. Dan karena strategi belajar mengajar merupakan sarana atau alat untuk
mencapai tujuan-tujuan belajar, maka metode mengajar merupakan alat pula untuk
mencapai tujuan belajar (Hasibuan, 2000: 3).
Hakekat pengajaran pada
kenyataannya bahwa pada pihak guru, kita lihat usaha untuk menimbulkan
perubahan pada siswa sedangkan pada pihak siswa kita lihat suatu keinginan
untuk berubah atau mengubah diri. Oleh sebab itulah maka pengetahuan tentang
metode-metode mengajar atau yang disebut metode pengajaran sangat diperlukan oleh
para pendidik. Berhasil tidaknya siswa belajar sangat tergantung pada tepat
tidaknya metode mengajar yang dipergunakan oleh guru
Menurut
Sanjaya (2008: 154) metode diskusi adalah metode pembelajaran yang menghadapkan
siswa pada suatu permasalahan.
Selanjutnya Fathurrahman
(2007: 179) mengatakan bahwa:
Metode diskusi adalah suatu cara penyajian bahan
pelajaran dimana guru memberi kesempatan kepada para siswa (kelompok-kelompok siswa)
untuk mengadakan perbincangan ilmiah guna mengumpul-kan pendapat, membuat
kesimpulan atau penyusun berbagai alternatif pemecahan atas sesuatu masalah.
Kegiatan belajar mengajar
dengan menggunakan metode diskusi benar-benar beralih dari guru kepada siswa.
Di dalam metode diskusi siswa-siswa mendapat tempat yang wajar dalam kehidupan
sekolah. Demikian pula fungsi guru sebagai pendidik, akan lebih memperoleh
tempatnya disamping sebagai seorang yang menyampaikan suatu bahan pelajaran
kepada siswa-siswanya.
Suasana kehidupan di dalam
kelas akan terasa sebagai suatu kehidupan yang nyata. Siswa tidak hanya menjadi
pendengar atau yang ditanyai saja. Arus komunikasi tidak hanya datang mengalir
dari pihak guru kepada siswa, melainkan merupakan arus lalu lintas pembicaraan
dengan siswa.
Selanjutnya menurut Mulyono (2003:184)
diskusi terbimbing adalah :
Merupakan cara mengajar dalam pembahasan dan
penyajian materinya melalui pemberian problema atau pertanyaan masalah yang
harus dijawab/diselesaikan berdasarkan pendapat atau keputusan secara bersama.
Menurut Karo-Karo (1984) dalam
situs internet www.diskusi terbimbing.com diakses
tanggal 7 Mei 2010 bahwa :
Metode diskusi terbimbing adalah suatu cara
penyajian bahan pelajaran dengan menugaskan siswa atau kelompok pelajar
melaksanakan percakapan ilmiah untuk mencapai kebenaran dalam rangka mewujudkan
tujuan pengajaran.
Dengan model diskusi ini
berarti ada proses interaksi antara dua atau lebih indVIidu yang terlibat
saling tukar menukar pengalaman, maupun informasi, untuk memecahkan masalah.
Pelaksanaan model diskusi dalam proses belajar mengajar akan dapat mempertinggi
partisipasi siswa secara indVIidual dan mengembangkan rasa sosial.
Berdasarkan beberapa pendapat
di atas, maka dapat disimpulkan bahwa metode diskusi terbimbing adalah salah
satu cara yang digunakan seorang guru dalam menyajikan bahan pelajaran dengan
pemberian masalah atau problem yang harus dijawab atau diselesaikan berdasarkan
pendapat atau keputusan secara bersama.
b. Manfaat,
kelebihan dan kekurangan metode diskusi
1). Manfaat
metode diskusi
Manfaat metode diskusi antara
lain untuk:
a) Melatih siswa
agar berani mengemukakan pendapat di muka umum secara sistematis, menentukan
pengambilan keputusan yang bertanggung jawab, bertindak konsisten dan konsekuen
dengan hal-hal yang telah diputuskan, serta dapat mengembangkan hal-hal yang
telah diperoleh sekarang ke arah yang lebih sempurna.
b) Merangsang
siswa agar lebih bersedia menggali, memahami, dan mencari alternatif-alternatif
pemecahan masalah yang sedang didiskusikan.
c) Memberi
kesempatan kepada para pelajar untuk lebih mempelajari hubungan antara manusia
dan mengembangkan diri ke arah wawasan pribadi secara mantap.
d) Mengembangkan
diri siswa sehingga menjadi lebih alih dan cakap untuk mengelola bidang-bidang
kegiatan yang sesuai dengan kemampuannya.
e) Lebih
memahami orang lain dengan segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh
yang bersangkutan (Fathurrahman, 2007: 182).
Berdasarkan pendapat di
atas dapat dilihat bahwa metode diskusi sangat bermanfaat untuk mengembangkan,
merangsang dan melatih siswa agar berani mengemukakan pendapat, dan memahami
orang lain dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
2). Kelebihan-kelebihan
metode diskusi
a) Melibatkan
siswa secara langsung dalam proses belajar mengajar.
b) Memupuk kepercayaan kepada diri sendiri
c) Mengembangkan
berbagai pendapat dari berbagai sumber
d) Menghasilkan
pandangan baru
e) Memudahkan
pencapaian tujuan
f) Melatih siswa
belajar bertukar pikiran dan berfikir secara terarah
g) Memupuk
sikap toleran, mau menerima dan memberi
h) Mengembangkan
kebebasan intelek siswa
i) Memberi
kesempatan kepada mereka untuk menjalin hubungan atau kerjasama berikutnya
(Fathurrahman, 2007: 183).
3). Kelemahan-kelemahan
metode diskusi
Kelemaham metode diskusi
adalah:
a) Hasil
diskusi tidak bisa dicapai dengan baik, sebab diskusi menyimpang dari pokok
bahasan.
b) Diskusi
tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya jika peserta tidak mempunyai latar
belakang pengetahuan tentang masalah yang didiskusikan.
c) Diskusi
tidak akan melibatkan segenap peserta bila pemimpin kurang bijaksana.
d) Diskusi
mungkin dikuasai atau diambil alih oleh orang-orang tertentu saja (Sanjaya,
2008: 155).
Bertolak dari pendapat
di atas dapat dilihat bahwa metode diskusi disamping memiliki kelebihan juga memiliki kelemahan
metode diskusi dapat melatih belajar bertukar pikiran, namun diskusi tidak
dapat berfungsi sebagaimana mestinya jika peserta tidak mempunyai latar
belakang pengetahuan tentang masalah yang didiskusikan. Metode diskusi dapat
mengembangkan berbagai pendapat dari berbagai sumber akan tetapi diskusi tidak
bisa dicapai dengan baik, jika diskusi menyimpang dari pokok bahasan.
c. Langkah-langkah
penggunaan metode diskusi kelompok
Sanjaya (2008: 156)
mengemukakan langkah-langkah penggunaan metode diskusi kelompok adalah:
1) Guru
mengemukakan masalah yang akan didiskusikan dan memberikan pengarahan
seperlu-nya mengenai cara-cara pemecahannya. Dapat pula pokok masalah yang akan
didiskusikan itu ditentukan bersama-sama oleh guru dan siswa. Yang penting
judul atau masalah yang akan didiskusikan itu harus dirumuskan sejelas-jelasnya
agar dapat dipahami baik-baik oleh setiap siswa.
2) Dengan
pimpian guru para siswa membentuk kelompo-kelompok diskusi, memilih pimpinan
diskusi (Ketua, sekretaris (pencatat), pelapor (kalau perlu), mengatur tempat
duduk, ruangan, sarana dan sebagainya). Pimpinan diskusi sebaiknya berada di
tangan siswa yang:
a. Lebih memahami/menguasai masalah yang akan
didiskusikan.
b. Berwibawa dan disenangi oleh teman-temannya
c. Berbahasa baik dan lancar bicaranya
d. Dapat bertindak tegas, adil dan demokratis
Tugas pimpinan
diskusi antara lain ialah:
a. Pengatur dan pengarah acara diskusi
b. Pengatur lalu lintas percakapan
c. Penengah dan penyimpul berbagai pendapat
3) Para siswa berdiskusi di dalam kelompoknya
masing-masing, sedangkan guru berkeliling dari kelompok satu ke kelompok yang
lain (kalau ada lebih dari satu kelompok) menjaga ketertiban serta memberikan
dorongan dan bantuan sepenuhnya agar setiap anggota kelompok berpartisipasi
aktif dan agar diskusi berjalan lancar. Setiap anggota kelompok harus tahu
persis apa yang akan didiskusikan dan bagaimana caranya berdiskusi. Diskusi
harus berjalan dalam suasana bebas, setiap anggota harus tahu bahwa hak
bicaranya sama.
4) Kemudian
tiap kelompok melaporkan hasil diskusinya. Hasil-hasilnya yang dilaporkan itu
ditanggapi oleh semua siswa (terutama dari kelompok lain). Guru memberi ulasan
atau penjelasan terhadap laporan-laporan tersebut.
5) Akhirnya
para siswa mencatat hasil (hasil-hasil) diskusi, dan guru mengumpulkan laporan
hasil diskusi dari tiap-tiap kelompok sesudah para siswa mencatatnya untuk file
kelas.
Berdasarkan langkah-langkah
yang dikemukakan di atas, maka penulis memberikan kesimpulan bahwa dalam
penggunaan metode diskusi kelompok kita harus menerapkan langkah-langkah metode
diskusi kelompok agar tujuan yang kita harapkan dapat tercapai sebagaimana mestinya.
Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Rotating Trio Exchange
A. Pengertian Kooperatif Tipe Rotating Trio Exchange
Model
pembelajaran kooperatif tipe rotating trio exchange merupakan salah satu model pembelajaran
kooperatif. Isjoni (2009) mengatakan bahwa :
“Model ini terdiri
dari 3 orang dalam satu kelompok, yang diberi nomor 0,1 dan 2. nomor 1
berpindah searah jarum jam dan nomor 2 sebaliknya berlawanan arah jarum jam
sedangkan nomor 0 tetap di tempat”. Setiap kelompok diberikan pertanyaan untuk
didiskusikan setelah itu kelompok dirotasikan kembali dan terjadi trio yang
baru. Dan setiap trio baru tersebut diberikan pertanyaan baru untuk
didiskusikan, dengan cara pertanyaan yang diberikan ditambahkan sedikit tingkat
kesulitannya.
|
Draf Proposal Peningkatan Hasil Belajar IPS melalui penggunaan Metode Bermain Peran pada Siswa Kelas IV SD Negeri Mandai Makassar
A.
Masalah
dan Pemecahan Masalah
1.
Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat diidentifikasi masalah
yang dihadapi dalam pembelajaran IPS yaitu rendahnya hasil belajar IPS yang
disebabkan oleh cara mengajar guru yang masih bersifat konvensional dimana
proses pembelajaran banyak didominasi oleh guru.
2.
Pemecahan
Masalah
Masalah mengenai rendahnya hasil belajar IPS siswa kelas IV SD Negeri
Mandai Makassar akan dipecahkan melalui penerapan metode bermain peran.
B.
Latar
Belakang Masalah dan Alasan Pemilihan Pemecahan Masalah
Berdasarkan hasil observasi awal peneliti yang dilakukan di kelas IV SD
Negeri Mandai Makassar pada tanggal 24 September 2011 diperoleh keterangan dari
guru bidang studi IPS bahwa kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal IPS
masih sangat rendah, bahkan nampaknya siswa merasa takut dan malu bertanya
tentang materi yang belum diketahui pada saat pembelajaran IPS. Hal ini
dikarenakan penyajian materi masih bersifat monoton, sehingga siswa kurang
tertarik untuk belajar IPS. Dalam situasi seperti ini siswa merasa bosan karena
kurangnya dinamika inovasi, kekreatifan siswa belum dilibatkan secara aktif
akibatnya siswa sulit untuk mengembangkan pembelajaran yang benar-benar
berkualitas berdasarkan hasil wawancara dengan guru bidang studi IPS di sekolah
tersebut. Diperoleh informasi bahwa rata-rata skor hasil belajar IPS siswa
kelas IV SD Negeri Mandai Makassar pada saat dilaksanakan ujian semester Ganjil
tahun pelajaran 2010/2011 adalah 58,5 berada di bawah nilai KKM (Kriteria
Ketuntasan Minimal) yang ditetapkan di sekolah tersebut, yakni 65 dari skor
ideal 100. Hal ini menggambarkan bahwa hasil belajar IPS siswa masih tergolong
rendah.
Untuk mengatasi masalah rendahnya hasil belajar IPS maka perlu diterapkan
suatu model pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa dalam proses belajar
mengajar sehingga materi IPS dapat dicerna dengan baik oleh siswa. Salah satu
alternatif model pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa dalam pembelajaran
adalah metode bermain peran.
Salah satu komponen sistem pembelajaran yang harus diperbaiki yaitu
metode pembelajaran. Metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses belajar
mengajar adalah metode bermain peran.
Para ahli telah melakukan
penelitian pada berbagai metode pembelajaran yang dapat mengefektifkan
pembelajaran di kelas, satu diantaranya metode pembelajaran bermain peran.
Penerapan pengajaran
berdasarkan pengalaman lainnya ialah bermain peran. Didalam bermain, peran guru
menerima peran ide-ide orang lain dalam suatu situasi yang khusus. Bermain
peran memungkinkan para murid mengidentifikasi situasi-situasi dunia nyata dan
dengan ide-ide orang lain. (Hamalik, 2008: 214)
Metode ini dirancang khusus untuk membantu murid memperoleh nilai-nilai sosial dan moral dan pencerminannya
dalam perilaku. Karena itu, dimensi sosial metode ini memungkinkan individu
untuk bekerja dalam menganalisis situasi sosial, terutama permasalahan interpersonal melalui cara-cara yang demokratis
guna menghadapi situasi tersebut. Melalui penerapan metode bermain peran
menuntut investigasi masalah murid dalam belajar, baik secara individual
kelompok maupun klasikal.
Berdasarkan latar belakang di
atas, maka penulis termotivasi untuk melakukan penelitian tindakan kelas dengan
judul “Peningkatan Hasil Belajar IPS melalui penggunaan Metode Bermain Peran
pada Siswa Kelas IV SD Negeri Mandai Makassar”.
Proposal peningkatan hasil belajar IPS degan metode diskusi terbimbing pada siswa kelas VI SD Negeri 10 Parenring Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru.
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah
Pendidikan
merupakan sesuatu yang mutlak ada dan harus dipenuhi dalam rangka meningkatkan
kualitas hidup masyarakat. Pendidikan harus bertumpuh pada pemberdayaan semua
komponen masyarakat melalui peran sertanya dalam mewujudkan tujuan pendidikan
yang dirumuskan secara jelas dalam UndangUndang No 20 Tahun 2003 pendidikan
nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi
manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,
sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang
demokratis Berta bertanggung jawab. Oleh karena itu, bidang pendidikan perlu
dan harus mendapatkan perhatian, penanganan dan prioritas secara
sungguh-sungguh baik oleh pemerintah, masyarakat pada umumnya dan para
pengelola pendidikan pada khususnya.
|
Langganan:
Postingan (Atom)


